Gurulas’s Weblog

Ilmu adalah senjata….Agama adalah perisai…..

SMAW Lanjut

Kompetensi : Mengelas Tingkat Lanjut dengan Proses Las Busur Manual

Kode Kompetensi : LOG.OO05.016.01

Unit Kompetensi : Menyiapkan material untuk pengelasan Indikator :

  1. Menjelaskan gambar dan simbol las dengan benar
  2. Menjelaskan teknik pengoperasian alat utama, alat bantu dan alat keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan
  3. Menyebutkan jenis bahan/material untuk pengelasan dengan benar
  4. Menyiapkan material sesuai kriteria yang disyaratkan
  5. Menjelaskan penempatan material pada meja kerja sesuai permintaan/spesifikasi

PENJELASAN

1.  Menjelaskan gambar dan simbol las dengan benar

Gambar dan simbol las wajib dipahami oleh seorang juru las (welder). Juru las dalam kegiatan kerjanya harus mengacu pada ketentuan yang telah diatur pada gambar atau bagan konstruksi. Jika hal ini tidak dilakukan maka dampak yang mengiringinya adalah sangat besar, misal : terjadinya kesalahan konstruksi yang mengakibatkan gagal produk dan tidak dapat digunakan. Kesalahan dalam hal proses yang mengakibatkan terjadinya cacat pada hasil pengelasan. Contoh gambar dan simbol las dapat ditunjukkan di bawah ini :

Berdasarkan gambar dan simbol las di atas, seorang welder harus mampu menterjelahkan dalam bahasa pekerjaan (teknis) apa yang dimaksud dari gambar tersebut. Dengan demikian welder akan dapat mempersiapakan segala sesuatunya untuk proses pengelasan. Arti dari gambar dan symbol di atas adalah : Pekerjaan pengelasan pipa menggunakan proses las SMAW, pipa ditempatkan pada meja las posisi miring 45 derajat, kampuh pengelasan yang harus disiapkan adalah menggunakan kampuh V, dengan ketentuan : butt-joint2Proses pengelasan dilakukan dari bawah ke atas, benda yang dilas diam (tidak boleh dipindah atau diputar) dilepas dari tempatnya, hasil pengelasan cembung dan pengujian hasil lasan dilakukan secara visual (visual test). Hasil dari pengelasan tersebut seperti berikut : hasil-6g2 2. Menjelaskan teknik pengoperasian alat utama, alat bantu dan alat keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan

Alat-alat las SMAW dibedakan menjadi 3 kelompok,

  1. alat utama
  2. alat bantu dan
  3. alat keselamatan kerja

Alat utama las SMAW yaitu :

  • Kabel tenaga
  • Trafo las (generator)
  • Kabel massa
  • Kabel elektroda
  • Pemegang elektroda
  • Penjepit massa

Alat batu las SMAW antara lain :

  • Meja las
  • Palu terak
  • Palu konde
  • Gerinda tangan
  • Mistar baja
  • Sikat baja
  • Ragum
  • Kikir
  • Penjepit benda kerja

alat keselamatan kerja las antara lain :

  • Helm las (topeng las)
  • Kaca las hitam
  • Kaca las putih
  • Apron (pelindung dada)
  • Baju kerja
  • Sarung tangan
  • Sepatu kulit kapasitas 2ton
  • Masker

peralatan-las

Alat utama las busur manual dalam pengoperasiannya harus sesuai SOP yang berlaku.

1. Kabel tenaga

Pemilihan kabel tenaga yang digunakan untuk menginstal disesuaikan dengan  bebannya (trafo las nya) berupa ampere dan tegangan input trafo las. Hal ini menyangkut ukuran kawat, panjang kabel, dan jenis kawatnya (serabut/tidak). Selanjutnya dalam menginstall harus kuat dan tidak mudah lepas, sehingga aliran listrik dapat mengalir maksimal dan tidak panas.

2. Trafo las

Pemilihan trafo las pada saat akan membeli, harus dipertimbangkan tentang kebutuhan maksimal (beban pekerjaan yang akan dikenakan kepada trafo las tersebut. Apabila beban pekerjaannya besar maka langkah pemilihannya adalah dapat dipertimbangkan tentang tegangan input: 3PH, 2PH atau 1PH; Ampere output, dipertimbangkan dari diameter elektroda yang akan digunakan. dan yang paling penting adalah duty cycle dari trafo tersebut. dalam hal ini pilihlah trafo las yang memiliki duty cycle yang tinggi untuk ampere yang tinggi, misal duty cycle 100% untuk arus sampai dengan 200 A. langkah berikutnya gunakan tang ampere untuk mengecek kesesuaian out put arus pengelasan pada indikator dengan kenyataannya yang terlihat pada tang ampere. Jenis trafo las juga perlu dipertimbangkan apakah trafi AC atau DC. hal ini terkait dengan jenis elektroda yang akan digunakan. jika menggunakan multi electrode, pilihlah trafo DC. Cara mengoperasikan trafo las terlebih dahulu harus dilihat instalasinya. kabel tenaga ke trafo las, kabel massa, kabel elektroda dan kondisi trafo sendiri, apakah pada tempat yang kering atau basah.  setelah diketahui instalasinya baik, maka saklar utama pada kabel tenaga di on kan, selanjutnya saklar pada trafo las di on kan. pastikan kabel massa dan kabel elektroda tidak dalam kondisi saling berhubungan. atur arus pengelasan yang dibutuhkan dan selanjutnya gunakan untuk mengelas. Apabila proses pengelasan telah selesai, trafo las dimatikan kembali.

3. Kabel elektroda dan kabel massa

Kabel elektroda dan kabel massa harus menggunakan kabel serabut sehingga lentur dengan ukuran disesuaikan dengan ampere maksimum trafo las (lihat ketentuan pada tabel) kabel las. Kabel elektroda dan kabel massa harus terkoneksi )terinstall dengan kuat dengan trafo las agar aliran arus pengelasan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam indikator ampere pada trafo las. Penggunaan kabel elektroda dan kabel massa pada saat pengelasan harus disiapkan dengan benar, yaitu dalam kondisi terurai, tidak tertekuk dan saling berlilitan. Dengan kondisi semacam ini maka aliran arus pengelasan akan maksimal. Jika sudah tidak dipakai, trafo las dimatikan dan kabel las digulung dan diletakkan dengan benar tidak saling berbelit agar mudah dalam penggunaan di waktu yang lain.

4. Pemegang elektroda dan penjepit massa

Penjepit elektroda dan penjepit massa dibuat dari bahan yang mudah menghantarkan arus listrik. bahan yang biasa digunakan adalah tembaha. Pada pemegang elektroda pada mulutnya sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga memudahkan tukang las memasang/menjepit pada pemegang elektroda. Dalam penggunaannya elektroda harus ditempat pada sela-sela yang ada, dapat diposisikan dengan sudut 180 derajat, 90 derajat atau 45 derajat terhadap pemegang elektroda. Sedang pada penjepit massa dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mencengkeram dengan kuat pada benda kerja. Penjepit elektroda maupun penjepit massa tidak diperkenankan terkena busur las. Pada penjepit elektroda, penggunaan elektroda disisakan 1 inch sehingga tidak sampai habis menyentuh pemegang elektroda. Sedangkan pemegang massa tidak diperkenankan untuk menjadi tempat mencopa elektroda/menyalaka elektroda agar tidak rusak. Penjepit benda kerja ditempatkan pada dekat benda kerja atau meja las dengan kuat agar aliran listrik dapat maksimal/tidak banyak arus yang terbuang.

Alat-alat bantu las

Alat-alat bantu las harus digunakan dengan benar sesuai fungsinya dan dengan teknik yang benar pula. Di samping itu cara penyimpanannya harulah ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak saling bertumpukan dan saling bergesekan satu sama lain.

images221

images212

images31

images201

1. Meja las

Meja las adalah tempat untuk menempatkan benda kerja pada posisi yang dipersyaratkan. Meja las harus diletakkan sedemikian rupa dan tidak mudah bergerak saat tersenggol atau saat welder melakukan pengelasan. Gunakan benda kerja lain saat mencoba penyalaan elektroda dan jangan dilakukan di meja las.

2. Palu terak

Palu terak adalah alat untuk membersihkan terak dari hasil pengelasan. Dalam menggunakan palu terak ini jangan sampai membuat luka pada hasil pengelasan maupun pada base metalnya. karena luka bekas pukulan adalah merupakan cacat pengelasan. Palu terak sebelum digunakan dicek ketajamannya dan kondisinya. apabila sudah tumpul, maka harus ditajamkan dengan menggerindanya. Setelah selesai menggunakannya, tempatkan palu terak pada tempatnya secara rapi.

3. Palu konde

Palu konde secara standar yang digunakan adalah berkapasitas 2 kg. penggunaan palu konde adalah untuk membantu meluruskan, meratakan permukaan benda kerja yang berkelok atau melengkung, untuk membentuk sudut pada benda kerja dengan tujuan mengurangi atau meniadakan distorsi. atau ditunakan untuk tujuan membantu persiapan pengelasan. Palu konde juga harus dikontrol kondisinya agar tidak kocak serta dalam penyimpananya harus tertata rapi dan tidak saling bertumpukan atau bergesekan dengan alat lainnya.

4. Gerinda tangan

Gerinda tangan ini berfungsi untuk menyiapkan material yang akan di las berupa penyiapan kampuh las. Gerinda ini juga digunakan untuk membantu dalam proses pengelasan khususnya dalam pembersihan lasan sebelum di sambung atau sebelum ditumpuki dengan lasan lapis berikutnya. gerinda tangan ini juga digunakan untuk membantu dalam memperbaiki cacat las yang memerlukan penggerindaan dalam persiapannya sebelum diperbaiki cacat pengelasan tadi.

Dalam penggunaannya :

Periksa kabel gerinda apakah ada yang terkelupas atau tidak, jika ada segera diisolasi agar operator tidak tersengat listrik. Pastikan saklar dalam kondisi OFF sebelum kabel dihubungkan pada sumber listrik. Pastikan batu gerinda terpasang dengan kuat dan tepat dan kemudian peganglah geridan pada tangkai gerinda dengan kuat. Hubungkan kabel gerinda pada listrik dan kemudian hidupkan dengan menekan tombol ON. Gunakan kaca mata putih saat menggerinda. Setelah selesai saklar OFF dan lepas kembali kabel dari sumber arus. Gulung kabel sedemikian rupa dan simpanlah pada tempatnya dengan aman dan tidak saling bertindih dengan alat lain.

Alat keselamatan kerja las

Alat keselamatan kerja las adalah sangat fital untuk digunakan. Penggunaan alat keselamatan kerja las ini akan memberikan jamiman keselamatan kepada juru las maupun lingkungan. Pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dan kwalitas hasil lasan.

image8Helm Las imagessarung tangan lasimages24Apron (pelindung dada)

images6Sepatu kerja (kapasitas 2ton)images2Alat keselamatan kerja lengkap

macam-macam alat keselamatan kerja las antara lain:

1. Pakaian kerja

Dengan menggunakan pakaian kerja, juru las akan merasa nyaman dalam bekerja karena tidak berfikir tentang lingkungan yang dapat mengotori pakaiannya. di samping itu pula dengan menggunakan pakaian kerja juru las memiliki keleluasaan untuk bergerak mengahadapi pekerjaannya. pakaian kerja dapat terbuat dari bahan katoon, kulit atau levis. pakaian kerja jurulas dibuat lengan panjang dan bercelana panjang.

2. Helm las/topeng las

Helm las/topeng las digunakan untuk melindungi muka dari sinar las (sinar ultraviolet, infra red), radiasi panas las serta percikan bunga api las. apabila muka juru las tidak dilindungi maka kulit muka akan terbakar dan sel-sel kulit maupun daging akan rusak. Pada helm las tertentu didesain dilengkapi dengan masker hidung, yang fungsinya adalah melindungi diri dari asap las dan debu pengelasan. asap las dan debu ini akan mengganggu pernapasan dan dapat mengakipatkan penyakit paru-paru (pernapasan) serta ginjal.

3. Kaca las

Kaca las akan melindungi mata dari sinar las yang menyilaukan, sinar ultra violet, dan infra red. nyala-nyala ini akan mampu merusak penglihatan mata juru las, bahkan dapat mengakibatkan kebutaan. pemilihan kaca las disesuaikan dengan besar kecilnya arus pengelasan yang digunakan juru las (lihat tabel) pada buku-buku referensi pengelasan. contohnya adalah untuk pengelasan sampai 150 ampere menggunakan kaca las NO 10.

UV

4.Apron (pelindung dada)

Apron berfungsi untuk melindungi dada dari sinar ultra violet, infra red, percikan bunga api las dan panas pengelasan. pelindung dada ini terbuat dari kulit yang lentur.

5. Sarung tangan

Sarung tangan berfungsi untuk melindungi tangan dari sengatan listrik, panas lasan, dan bend-benda yang tajam.

6. Sepatu kulit kapasitas 2 ton

sepatu ini terbuat dari kulit yang pada ujungnya terjadap logam pelindung dengan kapasitas 2ton. sepatu ini akan melindungi juru las dari sengatan listrik, kejatuhan benda, benda-benda yang panas dan benda-benda yang tajam.

3. Menyebutkan jenis bahan/material untuk pengelasan dengan benar

Seorang juru las harus memahami jenis bahan/material yang akan di las. Apakah bahan tersebut mengandung besi (bahan ferro) ataukah bahan tersebut adalah bahan yang tidak mengandung besi (bahan non ferro). Di samping itu pula, seorang juru las harus memperhatikan apakah bahan tersebut bahan paduan ataukah bahan murni.

Dengan mengetahui jenis bahan dan paduannya, maka akan dapat menentukan bagaimana proses pengelasan dilakukan, baik persiapan, pelaksanaan/proses, maupun finishing.

Pada tahap persiapan, akan ditetapkan proses las yang digunakan (SMAW, GTAW, GMAW, OAW, SAW) berikut gas pelindungnya, jenis elektroda yang digunakan, adanya pre heating/post heating, jenis polaritas yang digunakan (AC/DC+/DC-), besar kecilnya arus pengelasan, jenis nyala las untuk OAW atau tindakan-tindakan lain sehingga mengasilkan pengelasan yang baik yang memiliki kekuatan mekanis, kimiawi, maupun yang lainnya relatif sama dengan bahan dasar yang dilas. Pada proses pengelasan. Hasil dari pengelasan yang baik ini akan memberikan jaminan bagi pengguna/lingkungan  akan keselamatan kerja dan umur konstruksi.

Ihtisar bahan teknik dapat dilihat pada bagan berikut.

bahan

Bahan-bahan di atas akan sangat baik jika dilakukan pengelasan dengan bahan tambah yang memiliki sifat kimia maupun mekanik yang sama dengan bahan dasarnya.

Pemilihan jenis mesin las, polaritas, besar kecilnya arus pengelasan, jenis nyala las untuk las OAW dan pengadaan pre heating dan post heating akan mempengaruhi sifat-sifat kimia maupun mekanis dari bahan tersebut. Untuk itu perlu ada referensi pengaruh hal-hal tersebut di atas terhadap hasil lasan, terutama pengaruh kalor terhadap struktur logam dan sifat-sifatnya.

4. Menyiapkan material sesuai kriteria yang disyaratkan

Meterial untuk pengelasan harus disiapkan dengan sebaik mungkin sebelum dilakukan pengelasan. Persiapan pengelasan yang baik 80% akan memberikan jaminan keberhasilan dalam pengelasan.

Hal-hal yang dapat terjadi jika penyiapan material tidak baik yaitu :

  • penetrasi tidak baik (terjadi penetrasi yang berlebihan) karena root face terlalu tipis, root gap terlalu lebar; atau (tidak terjadi penetrasi) karena root face terlalu tebal, dan root gap terlalu sempit.
  • Penyempitan jalur pengelasan (akibat las cacat yang tidak kuat)
  • misaligment (ketidakrataan benda kerja) karena penempatan material sebelum di las cacat tidak rata/sejajar.
  • distorsi (perubahan bentuk) karena pengaruh panas
  • porosity (karena benda tidak dibersihkan dari karat atau bahan lain)

Penyiapan material  harus disesuaikan dengan WPS (Welder Prosedure Spesification) atau gambar kerja yang digunakan. WPS adalah sebuah prosedur standar persiapan material yang dirancang sedemikian rupa melalui pengujian-pengujian di laboratorium dan dilas oleh juru las yang profesional. pengujian-pengujian tersebut dapat berupa Radiography test, Bend Test, uji tarik atau bahkan structure/micro.

Contoh penyiapan benda kerja adalah sebagai berikut :

4f-002hasil yang ingin dicapai

penyiapannya adalah:

material pertama (sisi samping) dibersihkan dari karat atau bahan lain.

material kedua sisi yang berhubungan digerinda rata sehingga pada saat dihubungkan dan ketika diterawang tidak terdapat celah di antaranya.

fillet-setting1

Jika di antara benda tersebut masih terdapat celah, maka akan mengakibatkan penetrasi yang tidak baik . Jika diuji etsa, pada bagian celah tersebut tidak akan terjadi fusi atau tidak terjadi perpaduan logam tambah dengan material las, tetapi pada bagian tersebut akan terisi oleh terak dan disebut cacat slack inclution (terak terperangkap). karena bagian tersebut terisi terak (bukan logam) maka pada bagian tersebut akan menjadi titik lemah dari konstruksi.

5. Menjelaskan penempatan material pada meja kerja sesuai permintaan/spesifikasi

Penempatan benda kerja disesuaikan dengan permintaan, dalam hal ini adalah menyesuaikan posisi pengelasan. Penempatannya apakah posisi

  • 1F, 2F, 3F, 4F, 5F, 6F
  • 1G, 2G, 3G, 4G plate
  • 1G, 2G, 5G, 6G, 6GR (pipa)

contoh posisi-posisi pengelasan seperti gambar berikut :

aws-fillet3

fillet joint (T-joint)

butt-plate1

butt joint

1gPosisi pengelasan 1G pipa, pada pengelasan pipa 1G ini, pipa diputar dan pengelasan tetap memposisikan elektroda di atas material.

2g1Pengelasan 2G pipa, Pipa diam, juru las mengelas mengitari pipa

5gPengelasan 5G pipa, pipa diam, juru las mengelas diawali dari bagian bawah terus melingkan berhenti di pipa bagian atas pada sisi sebelahnya. pada sisi lain dilakukan dengan cara yang sama yaitu diawali dari bawah terus melingkar dan berhenti di atas. pengelasan ini disebut dengan posisi pengelasan 5G up Hill.

hasil-6g3

Posisi pengelasan di atas adalah posisi 6G. pemasangan pipa dimiringkan 45 derajat terhadap sumbu horizontal. pengelasan dilakukan dari pipa bagian bawah terus melingkar ke arah kanan/kiri dan berhenti di atas. dilanjutkan dengan pengelasan sebaliknya diawali dari bawah dan terus melingkar berhenti di bagian atas. Cara pengelasan seperti ini disebut 6G up hill.

Angka-angka pada posisi-posisi pengelasan tersebut di atas menunjukkan tingkatan-tingkatan posisi pengelasan. Angka yang semakin tinggi berarti menujukkan kwalifikasi yang tinggi pula.

Posisi-posisi pengelasan di atas menunjukkan kwalifikasi juru las yang berhak mengelasnya. jika juru las memiliki sertifikat kwalifikasi 6G, maka juru las tersebut diperbolehkan untuk mengelas semua posisi. Tetapi jika juru las tersebut memiliki sertifikat 4G plate, maka juru las tersebut tidak boleh menglas pipa posisi apapun, tetapi bileh mengelas posisi pengelasan 1F, 2F, 3F, 4F maupun 1G, 2G, 3G dan 4G.

=======================================

Unit Kompetensi : Mengeset Mesin Las dan Elektroda

  1. Teknik perangkaian peralatan las busur metal manual dipahami dengan benar baik (AC/DC)
  2. Peralatan las busur manual dirangkai sesuai prosedur dengan kuat dan aman
  3. Penentuan polaritas (AC/DC+/DC-) ditetapkan sesuai kebutuhan tujuan pengelasan
  4. Penentuan elektroda dan arus disesuaikan dengan kegunaan pengelasan

PENJELASAN :

Teknik dalam merangkai peralatan las busur manual ini harus dipahami oleh juru las. Tujuannya adalah agar pada saat melaksanakan perangkaian tidak menimbulkan kecelakaan atau kesulitan. Hal-hal yang perlu dipahami adalah :

  • Alat keselamatan kerja yang dibutuhkan untuk merangkai peralatan las dan cara penggunaannya
  • Bagian-bagian yang harus dikontrol sebelum perangkaian dilakukan
  • Posisi tubuh (sikap kerja) pada saat merangkai
  • Hal-hal yang harus dikontrol setelah proses merangkai selesai dilaksanakan

Kegiatan ini harus dapat diketahui dan dilakukan oleh juru las, agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Jika kegiatan ini tidak dapat dilakukan oleh seorang juru las, maka disaat proses produksi harus berlangsung juru las harus menunggu teknisi untuk merangkaikan peralatan lasnya. Keadaan seperti ini dapat menurunkan produktivitas perusahaan.

Pemahaman tentang polaritas pengelasan wajib diketahui oleh juru las. Polaritas akan menentukan hasil pengelasan yang dilakukannya, misalkan penembusan dangkal, sedang atau dalam. Berdasarkan pengetahuan tersebut, juru las akan dapat menentukan polaritas apa yang dipakai untuk melakukan pengelasan pada logam ketabalan, jenis bahan dan posisi pengelasan tertentu.

berikut data tentang polaritas dan pengaruhnya terhadap pengelasan.

untitled2

Ketentuan di atas akan memberikan petunjuk bagi juru las untuk mempersiapkan peralatan las untuk pengelasan dengan tujuan tertentu.

Mengeset peralatan las busur manual harus dilaksanakan dengan benar, kuat dan aman. keadaan semacam ini akan memberikan jaminan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. keselamatan yang dimaksud di sini adalah selamat bendanya (tidak rusak) selamat orangnya dan selamat lingkungannya. Kabel-kabel dihubungkan dengan teknik yang benar dan kuat sesuai dengan SOP.

pemilihan jenis elektroda dan arus pengelasan disesuaikan dengan kebutuhan pengelasan. jenis elektroda dapat dilihat dari kode aws nya. misalnya AWS E 6010. di mana AWS kepanjangan dari American Welding Society. E= Electrode 60 = kekuatan tarik minimum 60000 psi, 1 = kode yang menunjukkan elektroda tersebut dapat digunakan untuk semua posisi pengelasan dan 0 = adalah jenis salutan elektroda (cellulose) dan arus yang digunakan (DC+). untuk kode-kode jenis elektroda yang lain akan mempunyai spesifikasi penggunaan yang berbeda-benda.

jenis elektroda ini secara berturut-turut adalah AWS E XX10, AWS E XX10, AWS E XX11, AWS E XX12, AWS E XX13, AWS E XX14, AWS E XX15, AWS E XX16, AWS E XX17, AWS E XX18.

di samping berdasarkan jenisnya, pemilihan elektroda juga didasarkan pada ukuran diameter kawat elektroda. diameter kawat elektroda ini akan menentukan besar kecilnya arus pengelasan. besar kecilnya elektroda ini dipilih berdasarkan tebal atau tipisnya benda yang akan dilas atau tebal dan tipisnya hasil pengelasan yang diharapkan.

===========================

188 Komentar »

  1. thanks for materi-materi las-lasannya.
    singkat padat dan mudah dipahami,
    kept fight anak muda Indonesia…

    Komentar oleh asep | Desember 15, 2008

  2. Salam kenal Pak Guru,,

    kebetulan saya juga orNG pati nyari2 artikel tentang las..eh ktemu orang pati.

    pak, klo boleh minta artikelnya dong..yang komplit gtu..

    tnx

    Komentar oleh samsul "the commander" | Desember 24, 2008

  3. akan saya coba untuk yang lebih baik lagi ulasan materi-materi las nya

    Komentar oleh gurulas | Desember 25, 2008

  4. bagus artikelnya pak, apa bisa info kalo ada pelatihan murah dan sertifikasi,ya sertifikat internal dulu gpp lah, buat pemula? mungkin kalo ada video peragaan lebih bagus lagi pak, hehe,kalo ada video boleh donk dibagi..makasih

    Komentar oleh manusama | Januari 8, 2009

  5. terimakasih komentarnya. untuk info pelatihan dan sertifikasi dapat dibuka di http://weldingsmkthpati.wordpress.com atau di http://www.pusdiklatmigas.com
    untuk vidio akan saya coba upload ya….
    sekali lagi terima kasih

    Komentar oleh gurulas | Januari 14, 2009

  6. bagaimana cara mengelas pita gergaji band saw? sudah pernah coba pakai las baja dan alumunium. tapi baru dipakai 30 detik langsung putus lagi. trims infonya!

    Komentar oleh deni hilman | Januari 24, 2009

  7. pakai las argon (tig) dengan bahan tambah ss (stainless steel). arus pegelasan 5-10A. lima sampai sepuluh ampere DC. pengelasan dilakukan dari satu sisi saja sudah tembus. selanjutnya diratakan menggunakan gerinda (cutting disc 2mm agar halus) hingga sama dengan daun gergajinya.

    Komentar oleh gurulas | Januari 25, 2009

  8. saya sudah baca e-Mailnya, saya akan coba. kalau belum berhasil akan saya konsultasikan lagi n kalau berhasil akan saya beritahukan ke Mas Baud Masterlas, Makasih Mas atas bantuannya.

    Komentar oleh deni hilman | Januari 26, 2009

  9. Artikelnya bagus… tp kalo bisa yang komplit.. kebetulan juga saya orang baru diLas jadi saya minta yg komplit artikel,nya biar bisa buat nambah pengetahuan saya tentang Las terima kasih sebelumnya

    Komentar oleh Iman heriyadi | Februari 5, 2009

  10. terimakasih atas kunjungan dan himbauannya. dalam 3 hari ke depan akan saya coba untuk menambah informasi tentang las. saat ini sy sedang menyiapkan anak untuk mengikuti kompetisi dalam bidang pengelasan.

    Komentar oleh gurulas | Februari 6, 2009

  11. artikelnya menarik, dan saya beri apresiasi thd sekolah smk tunas harapan pati, kalau boleh saya kirimi kurikulum pendidikan di smk tunas harapan pati, mulai dari kelas 1 s.d klas 3, terima kasih

    Komentar oleh munir | Mei 12, 2009

  12. mohon kalau diperkenankan saya dikirimi kurikulum pendidikan teknik las, karena saya sangat tertarik, terima kasih

    Komentar oleh munir | Mei 12, 2009

  13. insya4JJI …
    kurikulum sedang dikembangkan (direvisi)… mohon bersabar ya….

    salam
    Mas Ba

    Komentar oleh gurulas | Mei 16, 2009

  14. trimakasih atas info nya, ini sangat bermanfaat untuk saya, smoga kedepannya informasinya lebih detail, dan smoga kita smua lebih sukses… salam, Palembang.

    Komentar oleh reddyhindawan | Mei 23, 2009

  15. terimakasih masukkannya, do’akan kami agar dapat memiliki waktu untuk mengeksplore materi pengelasan.

    Komentar oleh gurulas | Mei 27, 2009

  16. salam sukses pak..ternyata da pindah rumah ya…

    ———–

    samal sukses juga
    sampai sekarang kami masih mondok di mertua…lum pindah….
    emang pindah dimana ya?….hehehe
    wassalamu’alaikum wr wb
    Baud Widodo

    Komentar oleh neehal | Juni 29, 2009

  17. bagi pengetahuanya yang lebih banyak lagi…… saya siswa prakerin di pt palindo surabaya

    Komentar oleh wiwim | September 11, 2009

  18. makasih ya kunjungannya…
    lihat di http://www.weldingsmkthpati.wordpress.com atau di http://www.baudngeblog.blogspot.com

    Komentar oleh gurulas | September 14, 2009

  19. Bagus artikelnya. Berguna bagi saya yang saat ini sedang kuliah magister ked. kerja. Kalau boleh tahu berapa micoWatt/cm2 radiasi UV las SMAW standar yang ada di pasaran? Bila tanpa kaca pelindung, berapa lama durasi expossure maksimum yang diperkenankan?

    Komentar oleh dr. Fredy | September 23, 2009

  20. sangat berguna bagi praktisi pengelasan

    Komentar oleh alamsyah | Oktober 11, 2009

  21. saya mahasiswa di BBLKI serang, saya mau tanya kekuaTan pada prosrs pengelasan SMAW dan GMAW,mana yang lebih kuat??
    terimakasih

    Komentar oleh oliver | Desember 7, 2009

  22. Tulisannya bagus pak, sangat berguna bagi orang seperti saya.

    Komentar oleh eko uny | Desember 9, 2009

  23. hasil pengelasan yang tidak kuat adalah pengelasan yang tidak standard (hasil pengelasan terdapat cacat yang melebihi batas toleransi). baik diuji scr NDT (non destructive test) ataupun destructive test (DT). perlu dibaca masalah cacat-cacat las (defect weld), penyebab dan cara mengatasi.
    semoga bermanfaat.

    Komentar oleh gurulas | Desember 11, 2009

  24. terima kasih. dan semoga bermanfaat. maaf sekali sy tidak pernah update….
    semoga saya diberi kelapangan waktu untuk mengupdatenya.
    senang rasanya berbagi.
    semoga bermanfaat untuk semua.
    amiin.

    Komentar oleh gurulas | Desember 11, 2009

  25. Pak Baud, selamat pagi

    saya jodi dari jakarta, sekarang ini saya sedang tertarik untuk membuat sepeda, yang jadi permasalahan adalah jenis las apa yang harus saya pakai, dengan jasa yang banyak tersedia di jalanan seperti las listrik dan las karbit
    jenis logam yang akan saya pakai adalah besi biasa

    terima kasih
    jodi

    Komentar oleh jodi rinaldi m | Desember 30, 2009

  26. keterangannya bagus banget. tolong dong terangin masalah las dengan kekuatan battery. trim

    Komentar oleh aleksander | Januari 2, 2010

  27. untuk ketelitian yang tinggi dan relatif lebih cepat dan bagus gunakan las TIG (Las Argon). pengelasan dengan las TIG (las argon) dapat digunakan untuk bahan Alumunium (TIG AC dengan HF), bahan lainnya (stainless, besi/baja karbon, tembaga, kuningan dll dengan TIG DC. jika menggunakan las karbit/acetylene (OAW) kemungkinan distorsi besar dan proses menjadi lebih lama. dengan menggunakan las listrik (SMAW/MMA) untuk pengelasan di bawah tebal 3mm akan menjadi lebih sulit dan cenderung tidak rapi. apalagi rangka sepeda kebanyakan pengelasan sudut/fillet/T-joint.
    semoga bermanfaat.

    Komentar oleh gurulas | Januari 4, 2010

  28. kalau mengelas dengan kekuatan battery… pengelasan ini adalah dengan menggunakan arus DC (DC+/DC-) DC+ jika kabel elektroda dihubungkan pada kutub +, ini mengakibatkan penembusan dangkal. sedang DC- jika kabel elektroda dihubungkan pada kutub -. ini mengakibatkan penembusan dalam. elektroda tidak terbatas jenisnya, namun terbatas diameter kawat elektrodanya mengingat kapasitas battery. pemakaian jangan terlalu lama. karena akan mengakibatkan panas pada battery (meledak).

    Komentar oleh gurulas | Januari 4, 2010

  29. Pa Guru, Saya punya masalah yang sama dengan Deni Hilman, mencoba berkali-kali las gergaji Band Saw tapi selalu gagal,
    kayanya deni hilman dikasi penjelasan lebih detail lewat e-mail tuh… kalau ga keberatan saya juga mohon petunjuk lebih detail. terima kasih.

    Komentar oleh Tomi Miftah Faried | Februari 21, 2010

  30. memang pengelasan yang bpk tomi lakukan bagaimana? mohon diceritakan agar sy bisa menganalisisnya. terima kasih. maaf terlambat balas. karena minggu2 kemarin super sibuk..

    Komentar oleh gurulas | Maret 7, 2010

  31. terima kasih pa, berkat saya mendapatkan tambahan ilmu tentang panglasan…

    Komentar oleh arip | April 26, 2010

  32. maksih mas infonya, saya kopi ya ….

    Komentar oleh herian syah | Mei 10, 2010

  33. makasaih ya…saya lagi menyelaikan LA saya ni…

    Komentar oleh fredy | Mei 20, 2010

  34. asslmkm,,,
    pak,sys mau tanya,saya ni krjany di welding dah 3th,tp mpe skrang ga tau posisi 1G-6G tu yg kaya gimana trs MPA,MPH,.tolong kasih tau dong.makasih sbelumny,klu bisa scepetnya kasih tau,krn sya lg btuh bgt info itu,sya nyari bku pengelasan susah bgt.makasih

    Komentar oleh aly prasetiyo | Juni 24, 2010

  35. pa’ guru ulasannya bagus sekali, pa’ saya mau tanYa bgmn cara mengelas agar hasil las dapat berbentuk seperti koin ditumpuk miring, soalnya sy bkn dari org teknik dan selama ini hasilnya cenderung jelek kurang padat, sy mengelas memakai kawat sumico 2,6mm dan trafo las inverter porto PD110A, mohon diberi bimbingan y pak. salam

    Komentar oleh teguh | Juni 30, 2010

  36. Makasih banyak ya,,, atas materi ini, materi ini sangat berharga buat saya.

    Buat teman2 yang mempunyai RPP tentang pengelasan tolong kirim kan link nya ke saya, atau langsung dikirimkan ke email saya juga boleh.
    junaidilas@yahoo.com

    Semoga gurulas.wordpress.com tetap jaya dan selalu memberikan materi2 tentang pengelasan buat kita semua.
    Amien………..

    Komentar oleh junaidi | Juli 8, 2010

  37. pengelasan seperti koin ditumpuk-tumpuk kanan kiri=ayunan zig-zag. pada ujung kanan dan kiri berhenti beberapa ketukan (menyesuaikan kebutuhan pengisian) untuk melakukan pengisian dan pembentukan rigi (seperti koin). lintasan di tengah sedang. biasa gerakan ini biasa digunakan pada pengelasan 3G. tidak terikat oleh jenis elektroda. gerakan ini hanya untuk capping atau pengisian yang lebar.
    jika ada masalah dapat dikonsultasikan. semoga bermanfaat.
    salam sukses
    mas ba

    Komentar oleh gurulas | Juli 23, 2010

  38. 1G = pengelasan pada benda datar. elektroda berada di atas benda kerja.
    2G = pengelasan pada benda datar, posisi benda tegak, arah pengelasan horizontal. benda kerja berada di depan pengelas. gerakan ke kanan atau ke kiri.
    3G = pengelasan pada benda datar, posisi benda tegak, arah pengelasan vertical up /down. benda kerja ada di depan pengelas
    4G = pengelasan pada benda datar, elektroda berada di bawah benda kerja.
    1G pipa = pengelasan pipa, pipa diputar. elektroda tetap berada di atas pipa pada saat pengelasan berlangsung.
    2G pipa = pengelasan pipa. posisi pipa tegak, pipa diam. arah pengelasan horizontal. pengelas (elektroda) bergerak mengitari pipa.
    5G pipa = pengelasan pipa. posisi pipa horizontal, pipa diam. arah pengelasan vertical up/down. pengelas (elektroda) bergerak mengitari 1/2 pipa pengelasan dari bawah ke atas (vertical up).
    6G pipa = pengelasan pipa. posisi pipa miring 45 derajat. pipa diam. pengelasan dilakukan 1/2 vertical up/down. arah kanan / kiri.

    jika kurang jelas dapat dilihat gambar-gambar yang ada.
    semoga bermanfaat
    salam sukses.
    mas ba

    Komentar oleh gurulas | Juli 23, 2010

  39. thANKS BANGET ILMUNY SANGAT MEMBANTU SAYA MENYELESAIKAN TUGAS

    Komentar oleh HARIS | Juli 27, 2010

  40. tugas apa ya?… alhamdulillah jika materi ini dapat membantu. namun maaf belum semua dapat teraktualisasikan dalam wordpress ini.

    Komentar oleh gurulas | Juli 28, 2010

  41. alhamdulilah ada pak guru yang bisa ngasih ilmu nya bwat saya tentang tehnik mengelas yang baik, insyaalah saya mau kUrsus di BLK condet …..Doakan saya Pak

    Komentar oleh Eko Hernowo | Agustus 31, 2010

  42. iya semoga sukses ya mr Eko. dan hasil pelatihannya bermanfaat. amin

    Komentar oleh gurulas | September 4, 2010

  43. Mas Widodo, pada saat saya membuka blog smk Tunas Harapan Pati seolah saya mendapat angin segar. Saat ini disekolah kami SMK 2 sedang membuka jurusan baru teknik las. Banyak kendala yang kami hadapi diantaranya silabus. Sudikah kiranya mas Widodo membagikan / share Silabus Teknik Las dari SMK Tunas Harapan Pati.
    Terima kasih.

    Salam,
    Agus

    Komentar oleh AgusPriyono | September 21, 2010

  44. wah artikelnya bagus pak.Pak kalau boleh saran kalau ada info keja tentang welding ya di tambahkan pak n materi tentang sibol welding, biar para welder lebih memahami kerjanya ,trima kasih

    Komentar oleh zaenudin | Oktober 7, 2010

  45. pak nambah lagi klau ada video welding boleh dong di bagi….?

    Komentar oleh zaenudin | Oktober 7, 2010

  46. info kerja welding sy biasa informasikan di http://weldingsmkthpati.wordpress.com atau di face book saya. untuk video, sy memang sudah ada namun belum sempat untuk edit dan upload. semoga ada waktu untuk itu. terima kasih atas sarannya.

    Komentar oleh gurulas | Oktober 25, 2010

  47. sabar ya pak. insya4JJI akan kami bantu.

    Komentar oleh gurulas | Oktober 25, 2010

  48. pak gmn caranya mengelas yang baik dan hasilnya baik ,soalnya saya kalu mengelas hasilnya kurang baik .kadang berlubang,kadang gelembung

    Komentar oleh miki | November 14, 2010

  49. perhatikan berikut ini :
    1. Jenis bahan yang di las apa? (sesuaikan dengan elektrodanya)
    2. Ketebalan benda kerja berapat ? (sesuaikan dengan arus pengelasanya)
    3. Posisi pengelasannya bagaimana? (sesuaikan dengan arus dan sudut-sudut pengelasannya)
    4. jenis elektroda yang dipakai apa? (sesuaikan dengan trafonya AC/DC+/DC-)
    5. Kecepatan pengelasannya berapa? (sesuaikan karena akan mempengaruhi ketebalan cairan las dan cacat undercut)
    6. jarak busur (ujung elektroda dengan benda kerja) berapa? (sesuaikan berada pada 0,8 x diameter elektroda). dekat tapi tidak nempel
    7. perhatikan prosedur penggunaan elektroda, ada jenis-jenis elektroda yang membutuhkan perlakuan khusus sebelum digunakan. misalnya AWS E7016/18 harus dipanasi terlebih dahulu dalam suhu tertentu selama waktu tertentu.
    8. pengelas harus tenang
    selamat mencoba.

    Komentar oleh gurulas | November 28, 2010

  50. tolong kirim kan alamat & SYARAT2 UNTUK BISA MENGIKUTI PELATIHAN INI….

    TRIMA KASIH..

    Komentar oleh johan beryl | November 29, 2010

  51. alamat kami di SMK TUNAS HARAPAN PATI
    JALAN RAYA PATI-TRANGKIL KM.4 PATI
    JAWA TENGAH.
    syarat :
    datang saja ke tempat kami, dan membayar biaya seperti yang tertera di dalam pengumuman tersebut.
    terima kasih.

    Komentar oleh gurulas | November 30, 2010

  52. artikelnya bagus banget dan sangat bermanfaat bagi saya yang baru belajar tentang welding inspection.

    Komentar oleh elana | Desember 1, 2010

  53. Kami membutuhkan tenaga juru las klas II SMAW-4G.Pengalaman min 5 tahun,ada srt ket pengalaman.Penempatan lampung Hub 08819377512

    Komentar oleh Kodrat Pribadi | Januari 26, 2011

  54. salam…
    pak,saya masih kurang ngerti bedanya las smaw dg las mma.karena sy temui di pasaran ada yg jual las mma inverter.kt org las mma untuk las mig saja dan msh butuh gas lain.apakah bener pak spt itu pak?tlg kirim ke email sy sj pak klo bisa.trimakasih.
    wassalam.

    Komentar oleh rendra | Januari 26, 2011

  55. mma dengan smaw sama saja. mma sebenarnya adalah mmaw (manual metal arc welding) = dg smaw shielded metal arc welding. kalau mig itu metal inert gas (gmaw/gas metal arc welding dengan pelindung gas Ar). gmaw dapat juga disebut mag (metal active gas dengan gas pelindung CO2).

    salam
    Baud W

    Komentar oleh gurulas | Januari 30, 2011

  56. terima kasih pak atas kepercayaannya. jika pengalaman 5 tahun kami belum ada. semoga di lain waktu kami siap mengadakannya.

    Komentar oleh gurulas | Februari 2, 2011

  57. ass..
    sangat bermanfaat sekali ilmunya tolong lebih banyak infonya ya pak untuk mengingat kembali ilmu2 yang dulu sya pelajari..
    terima kasih

    Komentar oleh fadil | Februari 5, 2011

  58. i pakai genset LONCIN 3000 watt bt ngelas pakai trafo OCM 160A kok ga kuat ya,solusinya gm ni mohon saran.thx

    Komentar oleh joko | Februari 7, 2011

  59. Saya ingin training gtaw/gmaw /smaw khususnya pengelasan pipa, dimana saya bisa dapatkan tempat trainingnya ??? Mohon informasinya pak.

    Komentar oleh Hirwan | Februari 27, 2011

  60. p4tk / tedc / vedc bandung pak. 0818209739 p. untung

    Komentar oleh gurulas | Maret 11, 2011

  61. Makasih banyak ilmu yang telah anda berikan sungguh sangat bermanfaat.

    Komentar oleh samsul arifin | Maret 19, 2011

  62. salam hormat pak, saya abdul mau bertanya tentang jenis ayunan, arah dan sudut electroda yg paling efektif untuk masing2 tingkat kesulitan dari 1G-6G plate & pipa serta posisi 1F-6F. terimakasih atas penjelasannya. salam hormat.

    Komentar oleh abdul rojak | Maret 26, 2011

  63. baiknya bpk konsultasi dengan ahli listrik. terkait besar beban dan kapasitas power gensetnya. sementara sy juga akan mencari referensinya. mohonmaaf ya pak jika kurang berkenan.

    Komentar oleh gurulas | April 4, 2011

  64. mo tanya ttg prosedur penggerindaan pd benda kerja yg sdg dilas.ada aturan2 bakunya ngga yaa?

    Komentar oleh andi affandi | April 28, 2011

  65. salam kenal pak dari saya yono jkt , saya bermionat pengen menjadi welder yg propesional dan sy baru mau ikut pelatihan yg diadakan oleh PEMDA ,mohon dibagi artikel \vidio utk mempelajari teknis pengelasan yg bagus n profesional

    Komentar oleh samiyono | April 30, 2011

  66. penggerindaan pada benda kerja yang sedang di las prosedurnya :
    penggerindaan dilakukan pada sambungan penetrasi (landai dan tipis di ujung); penggerindaan untuk membersihkan percikan terak atau meratakan permukaan lasan sebelum dilas lapisan berikutnya; hasil penggerindaan tetap membentuk kampuh seperti semula (misal pada pengelasan kampuh V, maka hasil penggerindaan tetap membentuk kampuh V dengan ukuran sesuai sedia kala; penggerindaan tidak boleh melukai permukaan benda kerja; hasil pengelasan (pada bagian capping/las jadi) tidak boleh tergores oleh gerinda. usahakan seminimal mungkin menggerinda. hal ini terkait dengan biaya produksi. artinya pengelasan tiap tahap harus selalu sempurna tanpa cacat dan tanpa gerinda. (kecuali pada sambungan penetrasi pasti dilakukan penggerindaan).

    Komentar oleh gurulas | Mei 3, 2011

  67. selamat dan semoga sukses menjadi welder prof. untuk video/artikel buatan saya baru di media ini dan http://weldingsmkthpati.wordpress.com untuk materi las berbentuk video saya belum bisa upload…

    Komentar oleh gurulas | Mei 3, 2011

  68. maksh pak sudah berbagi ilmu pd sy, dan insya allah sy dpt kelas GTAW , lass GTAW itu yg bgmn sih pak trus hal apa yg hrs sy pljri mengenai lass GTAW, sy udh dikit2 bisa ngelas tapi yg pingir jln n las listrik tp sy dpt istilh las GTAW itu baru aj stlh ikt BLK, mohon maklum pak sm sex g tau, mksh,,

    Komentar oleh samiyono | Mei 4, 2011

  69. GTAW (Gas Tungsten Arc Welding). adalah proses pengelasan non consumable electrode dengan gas pelindung Ar/He, yaitu pengelasan di mana elektrodanya tidak ikut mencair dan menyatu dengan banda kerja. elektroda tungsten pada las GTAW ini berfungsi sebagai pembangkit busur nyala. busur nyala yang terjadi selanjutnya dilingungi oleh gas pelindung agar stabil dan busur nyala ini dapat mencairkan benda kerja pada ampere tertentu. cairan yang terjadi akibat busur nyala ini juga dilindungi oleh gas pelindung agar tidak teroksidasi udara luar.

    Komentar oleh gurulas | Mei 9, 2011

  70. [...] SMAW Lanjut (Las Listrik) [...]

    Ping balik oleh Sukses Mengapai Impian « Terus BerInovasi | Juni 22, 2011

  71. tidak ada gambar atau contoh pebgelasan pipa 6 GR

    Komentar oleh walinono | Juli 6, 2011

  72. sy gambar dulu ya.. nanti saya upload.

    Komentar oleh gurulas | Juli 7, 2011

  73. maaf pa mu numpang tanya. berapa ukuran kawat yang di gunakan utuk mengelas pipa 4″ baik utk rut/caping

    Komentar oleh cu"ENG | Juli 29, 2011

  74. ukuran kawat ?…
    kawat apa ya pak?
    Bpk mengelas menggunakan proses apa?
    SMAW, GMAW, GTAW, FCAW?
    untuk mengelas pipa 4″ yang paling baik menggunakan las GTAW.
    maka elektroda tungsten yang dipakai bisa menggunakan ukuran diameter 1,6mm atau 2,4mm
    sedang kawat tambahnya menggunakan ukuran diameter 2,4mm. gas pelindung 15 cfh.

    Komentar oleh gurulas | Juli 30, 2011

  75. maaf saya ngelasnya SMAW 5G. KAWAT YANG SAYA PAKE LB 52. terus yana saya tanya?standar kawatnya berapa mili yang harus di pake dalam pengelasan pipa 4 inc ? buat rut berapa mili. wat kaping berapa mili. makasih

    Komentar oleh cu"ENG | Juli 30, 2011

  76. maaf pa lum sempet buka blog ya. q nunggu jwbn yg di atas

    Komentar oleh cu"ENG | Juli 31, 2011

  77. trimaksih atas rincian tentang las smaw/ las busur…….mudah”an ini bisa menjadi bekal aqu nanti.
    many thank for welding smaw

    Komentar oleh fredy ( smk tunas harapan) | Agustus 12, 2011

  78. terima kasih pak

    Komentar oleh anggara_klemens | September 18, 2011

  79. wah terima kasih
    ini sangat berguna sekali

    Komentar oleh safi'i | September 26, 2011

  80. sama-sama… semoga bermanfaat. amin

    Komentar oleh gurulas | September 27, 2011

  81. azulmd@yahoo.com untuk las uper head jenis las semi otomatis,berapa kemiringan stang las,dan ayunan(caping)nya bagaimana..trims sebelumnya

    Komentar oleh ya | September 27, 2011

  82. pak guru jenis media/alt pengelasan banyak ada GMAW,SMAW,GTAW,FCAW,SAW,OAW,jenis alat apa saja?

    Komentar oleh EDI | Oktober 4, 2011

  83. salam pak, makasih dah boleh membaca blog bapa, sukses u bapa.

    Komentar oleh nanang hermana | November 2, 2011

  84. brapa harga Meja Las Knock Dwon Meja Las Knock Dwon (Pelat besi 200 x 100 x0,2×75 xm rangka besi)?

    Komentar oleh des.prado | November 6, 2011

  85. saya belum faham dengan meja las yang Bapak maksudkan. jika berkenan Bpk bisa kirim gambarnya di baud_widodo@yahoo.co.id

    Komentar oleh gurulas | November 7, 2011

  86. tlng teori las turun
    sama perbeda an kawat 7018 dgn 7016

    Komentar oleh febri geo jalaludin ahmed | November 12, 2011

  87. terima kasih atas infonya sangat baik sukses selalu, saya ingin mencari alat penggulung travo listrik, bukan manual ( automatis ) dan menghilangkan bengkokang pada kawat, supaya gulungan kawatnya padat dan bagus, mohon dimana alamatx hubungi kami hp 08124204146, trims

    Komentar oleh suhaemi fattah | November 25, 2011

  88. Asslmkm….
    Pak baud yang baik, saya minta referensi dari apa yang telah saya baca pada tabel pengaruh polaritas mesin las DC terhadap dangkal/dalamnya penetrasi dalam proses pengelasan SMAW….
    Saya tunggu ya pak,
    trimakasih………..

    Komentar oleh fahad | November 30, 2011

  89. Salam….
    Saya minta referensi tabel yang telah saya baca, tentang pengaruh polaritas mesin las DC terhadap penetrasi las pada proses SMAW….
    terimakasih…

    Komentar oleh fahad | Desember 1, 2011

  90. Salam……..
    Mohon referensi tabel pengaruh polaritas pada mesin las DC SMAW terhadap penetrasi,
    Trimakasih…….

    Komentar oleh fahad | Desember 5, 2011

  91. materi nya the best,,,apa ada sertifikasi/pelatihan tuk G6 n bisa brapa lama ya sertikas nya, salam dari Kaltim,,,,

    Komentar oleh sarif | Desember 11, 2011

  92. sebenarnya untuk mencapai 6G harus melalui tahapan-tahapan pengelasan dari 1F, 2F, 3F, 4F, 1G plat, 2G plat, 3G plat, 4G plat, 1G pipa, 2G pipa, 5G pipa baru 6G pipa….
    nah sekarang kompetensinya sudah pada tahap yang mana?… kalau sudah mencapai 4G, untuk mencapai 6G tidak butuh waktu lama. sekitar 3minggu intensif 6G sudah tercapai.

    Komentar oleh gurulas | Desember 12, 2011

  93. sertifikasi kami rencanakan pada bulan April.. bisa sampai posisi 6G. visual test dan bend test. dari LSP LMI Welding Bandung.

    Komentar oleh gurulas | Desember 12, 2011

  94. saya pernah kursus d Galangan kapal thn 1998 ,dan sudah tau 1G_4G dan bkerja sudah lebih 5 thn sbg Welder,waktu masuk kerja sy di tes posisi 6G,dan dinyatakan lulus,,,tapi saya tdk mmiliki sertifikasi 1G_6G,dgn ktrangan di atas,apa sy bisa sertifikasi 6G,terima kasih,,

    Komentar oleh sarif | Desember 12, 2011

  95. DC- (penetrasi dalam); DC+ (penetrasi dangkal). kedalaman penetrasi pada masing-masing polaritas dipengaruhi oleh jenis elektroda, besar kecilnya arus dan jarak busur pengelasan (jarak ujung elektroda dengan benda kerja). jika menginginkan tabel… tentunya perlu percobaan dan pengujian sehingga kedalamannya akan termonetor..

    Komentar oleh gurulas | Januari 3, 2012

  96. sementara kami belum mendapatkan info… semoga segera mendapatkan infonya…

    Komentar oleh gurulas | Januari 3, 2012

  97. las turun biasanya untuk pengelasan material tipis dan untuk tujuan penetrasi dangkal. las turun kuncinya adalah dapat mempertahankan cairan las dan terak sehingga cairan logam tertata dengan rapi pada benda kerja yang dilas, serta cairan terak tidak mengganggun proses pengelasan tetapi tetap dapat melindungi cairan las dari oksidasi udara luar. las turun dengan proses SMAW sebaiknya dilakukan dengan mengandalkan gerakan untuk menghindarkan terjadinya cacat las.
    perbedaan 7018 dg 7016, ada pada angka 8 dan 6. kandungan salutan/coating akan meminta kita menggunakan polaritas pengelasan DC+ / DC-.

    Komentar oleh gurulas | Januari 3, 2012

  98. Terima kasih banyak informasinya, sangat bermanfaat.
    Sukses Slalu!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh Muhammail | Januari 4, 2012

  99. Amin, tanks..

    Komentar oleh gurulas | Januari 5, 2012

  100. sebenarnya di Mbah Google banyak sekali mengulas tentang mesin-mesin las itu.. hehehe… jika ada sesuatu yang prinsip dan belum paham dapat kita perbincangkan.. ok

    Komentar oleh gurulas | Januari 5, 2012

  101. bgus lh,tpi cra” pengelasanny pda v groove dmn pak?

    Komentar oleh Aly Hardi Tambuñañz | Januari 10, 2012

  102. di download…

    Komentar oleh gurulas | Januari 11, 2012

  103. apa perbedaan las gtaw dan las smaw ?

    Komentar oleh joel | Februari 12, 2012

  104. As wbr,saya hirwan profesi saya sebagai welder SMAW, dan saya ingin training las TIG/GTAW argon,dimanakah saya bisa mendapatkan pelatihan tersebut,mohon informasinya pak melalui no hp saya /sms aja,sekalilagi tolong dong pak?.trimakasih.

    Komentar oleh Hirwan | Februari 17, 2012

  105. Trima kasih ilmunya bos..,klw boleh saya minta contoh sertifikatnya donk sekaligus materi yang di ujikan…..???trm’s

    Komentar oleh syahrony | Februari 18, 2012

  106. terima kasih atas informasinya…

    Komentar oleh karim | Februari 20, 2012

  107. Salam Hormat pa.

    Pa saya mau tanya untuk pengelasan pipa gas biasa ya sertifikat las yang digunakan ap?

    Komentar oleh wawan gunawan | Maret 9, 2012

  108. slmt mlm pk inspecter,sya btuh materi dn jg tehnic pnglasan kpal dn jg drawing ny

    Komentar oleh Sophian.B | Maret 13, 2012

  109. sertifikat yang menyatakan kompetensi posisi pengelasan 5G/6G proses GTAW atau kombinasi GTAW dan SMAW. dengan proses pengujian berdasarkan ASME Section IX dengan Radiography.

    Komentar oleh gurulas | Maret 17, 2012

  110. sebaiknya ada beberapa materi yang harus direvisi, diantaranya adalah:
    1. simbol las untuk pipa dilengkapi dengan tanda pengelasan keliling
    2. posisi pengelasan pipa fillet perlu di paparka, karena modul yang ada di website dikmenjur ada kekeliruan dalam pemaparan posisi la pipa fillet
    3. bahaya sinar las tidak hanya UV, tetapi juga infra merah dan cahaya kuat
    4. teknik ayun dan posisi work angle dan travel angle perludicantumkan
    dan masih bayak parameter las dan hal lain yang perlu disampaikan agar pengetahuan guru bisa ditingkatkan

    terimakasih dan salut masih ada guru yang mau meng-upload karyanya

    Komentar oleh riswan dwi djatmiko | Maret 23, 2012

  111. Saya pengen tanya nih kalau mengelas 6g itu cara goyangnya elektroda nya tuh gimana tlg balas

    Komentar oleh Sujiono | Maret 24, 2012

  112. goyangan elektroda posisi 6G untuk pengelasan root, hot atau cap ?

    Komentar oleh gurulas | Maret 26, 2012

  113. terima kasih pak atas masukannya. symbol sudah diralat. untuk bahaya sinar las sudah diterangkan adanya infra red, dan cahaya tampak.
    posisi pengelasan pipa fillet dan teknik ayunnan pengelasan belum kami bahas. dalam waktu dekat akan kami paparkan berdasarkan beberapa referensi dan pengalaman.
    terima kasih pak atas masukan dan motivasinya.

    Komentar oleh gurulas | Maret 26, 2012

  114. dapat didownload di web http://www.ditpsmk.net masuk ke buku elektronik. ftp://124.81.109.86/bse/teknik%20pengelasan%20kapal%201/ atau ftp://124.81.109.86/bse/teknik%20pengelasan%20kapal%202/

    Komentar oleh gurulas | April 3, 2012

  115. contoh sertifikat ada di Kepelatihan

    Komentar oleh gurulas | April 12, 2012

  116. pak saya kerja diperusahaan’ setiap saya mengelas 2 sampai 3 hari knpa kok sudah putus lgi saya menggunakan las listrik, padahal yang dilas besi dg ketebalan kira-kira 3 sampai 5 cm saya menggunakan elektrode rb-265, jawaban bapak amat saya tunggu terima kasih pak.

    Komentar oleh bapak salim | April 16, 2012

  117. Terima Kasih Ilmunya Pak Guru. Semoga bermanfaat dunia dan akhirat.
    Mau tanya nih pak. Gas Acetylene itu ada expire (Kadaluarsa) nya gak ya?

    ===

    setahu saya kok tak ada ya…

    Komentar oleh muhammail | April 17, 2012

  118. 1. Mohon dicari informasi data tentang komposisi besi yang bpk sambung. (baja lunak/karbon rendah atau baja karbon sedang/tinggi?)
    2. material dengan ketebalan 3cm – 5cm (30mm – 50mm) silahkan menggunakan kampuh X jika dapat dilakukan pengelasan dua sisi. tetapi jika tidak, gunakan kampuh U atau V.
    3. saran saya, gunakan elektroda AWS E7018 (LB52), mesin las busur listrik arus DC+,
    4. lakukan pembersihan pada setiap lapisan las… jangan ada terak atau poros pada setiap lapisan las.
    5. jika bahan yang dilas adalah baja karbon sedang/tinggi, maka lakukan pemanasan awal dan pemanasan akhir. (panasi dahulu sebelum di las (preheating) dan panasi lagi setelah dilakukan pengelasan (post heating) dengan secara perlahan di kecilkan sampai suhu ruang. jika berkenan mohon bapak kirim foto di e-mail saya. akan coba saya analisis.

    Komentar oleh gurulas | April 18, 2012

  119. Kami membutuhkan tenaga yang bersertifikat G6,mohon kami dibantu,togar 081298215135

    Komentar oleh togar 081298215135 | April 20, 2012

  120. terima kasih pak atas kepercayaannya kepada kami, informasi ini akan kami tindaklanjuti.

    Komentar oleh gurulas | April 21, 2012

  121. thanks penjelasannya sangat bermanfaat dan membantu..

    Komentar oleh rekateknik | Mei 29, 2012

  122. Artikel yang bagus….!

    Pak gurulas yang saya hormati, saya bekerja welding sprinkler pipe bersertifikat 6G, elektrode yang saya pakai E6013 diameter 2,6 mm, tebal pipa 4 mm untuk pipa 2 1/2 inchi , pipa 3 inchi dan pipa 4 inchi, sedangkan pipa 6 dan 8 inchi tebalnya 6 mm, semua pipa mid steel, teknik uphill, posisi 5G dan 6G. Tolong beri penjelasan mengenai jarak antara sambungan ketika tacking, teknik manipulasi (garakan tangan) yang sesuai, dan apakah diameter elektrode yang saya pakai sudah benar untuk semua pipa tersebut ? ( Karena untuk pipa 2 1/2 inchi, 3 inchi dan 4 inchi, pada waktu pengelasan sering terjadi pembesaran lubang, sehingga tidak bisa menghabiskan satu batang elektrode secara kontinyu ).

    sebelumnya terima kasih banyak !

    Komentar oleh كسوانطا عسمان | Juni 4, 2012

  123. kita lihat dulu pipa tersebut digunakan untuk mengalirkan apa. selain itu adakah tekanan di dalamnya. untuk pemilihan elektroda dapat menggunakan 6013 dan juga dapat mnggunakan 7016, ke dua elektroda tersebut punya karakteristik cairan dan kekuatan yang berbeda. sehingga teknik manipulasinya juga berbeda. penyiapan material baiknya gunakan kampuh V dengan root face 2-3mm, root gap 2-3mm. untuk elektroda 6013 cairan yang dihasilkan terlalu lumer, teknik pengelasannya agar kontinyu, sesuaikan arus, sudut, kecepatan gerakan, dan jarak elektroda terhadap benda kerja harus dekat. untuk pengelasan pipa dengan aliran yang bertekanan baiknya gunakan 7016, karakter elektroda ini cairannya lebih ketal sehingga lebih mudah dikendalikan. pengelasan baiknya dilakukan beberapa lapis (tidak sekali jadi).. setiap lapisan dibersihkan dan diratakan sebelum dilakukan pengelasan lapis berikutnya.

    Komentar oleh gurulas | Juni 7, 2012

  124. Pak Gurulas, Terima kasih banyak atas penjelasannya, sangat bermanfaat sekali untuk profesi saya sebagai welder saat ini.

    Komentar oleh كسوانطا عسمان | Juni 8, 2012

  125. Dear all

    Bagi rekan rekan yang ingin mengikuti pelatihan welder ( smaw , gtaw , kombinasi ).dan juga pelatihan lainnya seperti welding inspector , elecrical instrument inspector, drafter, piping engineer, safety AK3U , safety officer, dll dapat mengikutinya di ‘OFFSHORE TECHNOLOGY INSTITUTE ” kegiatan pelatihan dapat dilihat di http://www.batamtraining.com
    FB : oti bti batam

    Kalau ada yang ingin bertanya silahkan sms ke no 081364516229
    Kami akan membantu menjelaskan pertanyaan rekan rekan semua.

    Salam

    Komentar oleh Cristine | Juni 28, 2012

  126. nice info..

    http://titianmc.co.id/

    Komentar oleh titianmc | Juni 28, 2012

  127. sip… semoga bermanfaat.. amin

    Komentar oleh gurulas | Juni 29, 2012

  128. mantap.. semoga bermanfaat. amin

    Komentar oleh gurulas | Juni 29, 2012

  129. pak, salam kenal.
    saya hobi saja, pernah bikin bemper dari plat 2mm dan 4mm(tulang) bahayanya apa kalau ngelas cuma pakai kacamata plastik hitam? secara awam cukup membuat tidak silau, tapi bisasanya abis ngelas kulit muka jadi berasa tebal/kaku. trimakasih atas penjelasannya.

    salam
    Koko

    Komentar oleh Koko | Juli 17, 2012

  130. sinar las yang diakibatkan oleh pusur nyala terdiri dari 3 sinar yang tidak terpisahkan.
    1. sinar tampak (menyilaukan) akibat kejutan sinar ini atau terlalu seringnya terkena sinar ini mengakibatkan kerja mata kita (retina) menjadi berat. jika kerja mata kita selalu menerima beban berat, maka pada usia tertentu yang seharusnya masih mampu melihat dengan normal akan menjadi lemah.
    2. sinar ultra violet dan
    3. sinar infra merah
    sinar ke 2 dan 3 ini keduanya memiliki sifat merusak. akibat sinar ini mengakibatkan sel-sel kulit maupun sel-sel mata manjadi rusak atau bahkan mati. hal ini akan mengabikatkan terbakarnya kulit tubuh kita dan rusaknya jaringan yang ada di tubuh kita. jika sinar ini terus menerus mengenai bagian tubuh kita, akan mengakibatkan kebutaan n kemandulan. (secara teori demikian)

    Komentar oleh gurulas | Juli 19, 2012

  131. Sakam kenal, kalau mau konfirmasi ikut pelatihan kemana ya Pak, tks

    Komentar oleh Feriko Sitepu | Juli 30, 2012

  132. 081390860120 / baud_widodo@yahoo.co.id

    Komentar oleh gurulas | Agustus 4, 2012

  133. ada pemagangan kejepang gakk????

    Komentar oleh yudi | Agustus 6, 2012

  134. pak, mau tanya bila untuk mengerjakan instalasi gas di restoran yang relatif sederhana,perlu sertifikasi apa? di mana bisa mendapatkannya? dan kawat jenis apa yang cocok untuk mengelas pipa seamless ukuran 1/2 – 1 1/2 “?

    Komentar oleh zainal | Agustus 14, 2012

  135. sementara belum ada

    Komentar oleh gurulas | Agustus 17, 2012

  136. Kalau root gap sama root face tidak mengikuti WPS gimana? Misalnya lebih ato kurang 2mm.
    Mohon penjelasannya,,,
    Terimakash.

    Komentar oleh Kuncoro | Oktober 24, 2012

  137. root gap dan root face dibuat agar memudahkan terjadinya penetrasi (penembusan). jarak root gap dan lebar root face dipengaruhi oleh elektroda yang digunakan. elektroda yang digunakan akan berpengaruh pada besar kecilnya arus pengelasan. besar kecilnya arus pengelasan berpengaruh pada kecepatan pengelasan. nah kemampuan root face dan root gap dalam memberikan jaminan penembusan yang baik inilah yang dituangkan dalam WPS. jika diameter elektroda untuk penetrasi dalam pengelasan SMAW = 3.2mm, rekomendasi yang tertuang dalam SOP elektroda (ada dalam bungkusnya) arus yang digunakan akan berkisar 90-130A atau lebih. tentunya root gap dan root face dibuat diperhitungkan dapat menerima arus pengelasan tersebut. Jadi, root gap dan root face dibuat berdasarkan jenis dan ukuran elektroda serta arus yang direkomendasikan. WPS dibuat tentunya sudah mempertimbangkan hal tersebut. lebih baik dalam pekerjaan ikuti WPS agar tidak keluar dari SOP. (panas yang kurang dan berlebih mengakibatkan rusaknya struktur logam dan mengurangi kualitas dari konstruksi)

    Komentar oleh gurulas | Oktober 27, 2012

  138. salam kenal
    materinya bagus dan sangt mudah untk di phami
    thanks

    Komentar oleh Ardian | November 30, 2012

  139. pak guru, saya ingin membuat bengkel las kecil buat mengelas pagar, tralis dll, peralatan yang saya pilih inverter, mesin bor tangan, gerinda tangan, gerinda potong, ragum, tapi genset yang tepat untuk saya kapasitas berapa pak? dan mohon saran tentang pemilihan perlatan dan mesin las, tolong di infokan atau diemail kan, maklum baru mau merintis kecil2 an pak, makasih pak

    Komentar oleh aris | Desember 17, 2012

  140. maaf baru bisa balas

    1. mesin las, cukup maksimal 250 A, duty cycle minim 60%
    2. mesin genset menyesuaikan bebannya + 30%, (ada gerinda tangan, gerinda potong, mesin las, bor, lampu dan beban penggunaan listrik yang lain) masing2 jumlahnya berapa?
    3. pilihlah mesin yang memiliki kwalitas industri

    terima kasih.

    Komentar oleh gurulas | Januari 2, 2013

  141. maaf pak,,,bisa ngak saya jadi murid anda agar bisa mengelas dengan baik dan benar pak….

    Komentar oleh ilham | Februari 1, 2013

  142. terima kasih atas kepercayaannya kepada kami. dengan senang hati saya akan membantu Mr untuk memperdalam ilmu pengelasan. saya sudah kirim e-mail pada email Mr Ilham.

    Komentar oleh gurulas | Februari 5, 2013

  143. assalamualaikum pak,,,boleh minta nmr hp nya,sy mau mndalami SMAW pak

    Komentar oleh Andi Aja | Februari 16, 2013

  144. makasih infonya ^^\

    Komentar oleh ikkihakhoirunissa | Februari 25, 2013

  145. Ok

    Komentar oleh gurulas | Februari 25, 2013

  146. makasih banget to ilmunya p.guru

    Komentar oleh awite | Maret 16, 2013

  147. iya.. sama-sama. terima kasih juga telah berkunjung.

    Komentar oleh gurulas | Maret 17, 2013

  148. terimakasih info nya

    =====
    Iya.. sama-sama

    Komentar oleh Ruly bayu pramana | Maret 27, 2013

  149. punten mas mau tanya kalau penelasan 6G sudut elektrodanya berapa ya mas??

    Komentar oleh fauzi | April 3, 2013

  150. sudutnya mengarah pada sumbu pipa

    Komentar oleh gurulas | April 5, 2013

  151. pak guru, kalau untuk pengelasan pipa itu apa harus ada penembusannya?

    Komentar oleh fauzi | April 5, 2013

  152. trimakasi , literaturnya sangat membantu dalam membuat laporan dan presentasi yang saya buat

    ==
    Iya.. semoga bermanfaat. amin

    Komentar oleh andriwardania | Mei 1, 2013

  153. trmaksh untk artikel’y,sy jd pham,kbtulan sy lg ngmbil WI

    Komentar oleh andi purnomo | Mei 4, 2013

  154. saya dulu seorang welder di proses SMAW6G-6Gr & FCAW-GS&Ss Selama 12 thn, Hinnga saya pernah menjadi seorang trainer di sebuah prusahaan dan sekarang saya lgi nganggur,Mohon informasinya.

    Komentar oleh Welder Seven | Mei 6, 2013

  155. Maaf kalau ada infor masi untuk welder piping SMAW /FCAW Harap hubunngi saya di email welder_777@yahoo.co.id

    Komentar oleh Welder Seven | Mei 6, 2013

  156. saya mau tanya pak,apakah anda hanya menyediakan pelatihan tau ada link untuk membantu orang mencari kerja tentang welder?

    Komentar oleh welder seven | Mei 12, 2013

  157. Mohon dilanjutkan penjelasan mengenai pengelasan….

    Komentar oleh zahrudin | Mei 14, 2013

  158. menyediakan pelatihan dan menginformasikan lowongan pekerjaan.

    Komentar oleh gurulas | Mei 14, 2013

  159. saya mau tanya, pengelasan butt joint itu yang seperti gimana?

    Komentar oleh candra | Mei 21, 2013

  160. pengelasan dilakukan pada benda yang saling bertemu ujungnya membentuk permukaan datar/rata.

    Komentar oleh gurulas | Mei 24, 2013

  161. sabar ya Pak..

    Komentar oleh gurulas | Mei 24, 2013

  162. pak klo pebedaannya cv, cc, dan vv itu apa ya.. Terus kegunaan dan pengaruhnya apa?? terima kasih..

    Komentar oleh tohier | Mei 30, 2013

  163. hem… apakah singkatan itu yang ada di e-mail ?..
    atau apa ya?..

    Komentar oleh gurulas | Juni 1, 2013

  164. saya mau belajar.

    Komentar oleh deni maurinho | Juni 6, 2013

  165. silahkan datang ke tempat kami. akan kami bantu.

    Komentar oleh gurulas | Juni 8, 2013

  166. pak mau nanya untuk welding cash iron (cor) itu yg bagus dan yg bener bisa menmpel pake apa ya pak mohon petunjuknya.

    Komentar oleh hari purwanto | Juni 10, 2013

  167. dengan menggunakan elektroda cor juga. pengelasan dengan las SMAW, sebelum dilakukan pengelasan benda dipanasi dulu hingga merah.. kemudian dilakukan pengelasan sambil tetap dipanasi (sampai memerah). setelah selesai pemanasan masih tetap berlangsung.. dan secara bertahap pemanasan dikurangi perlahan-lahan..

    Komentar oleh gurulas | Juni 10, 2013

  168. banyak dibutuhkan di PT. PAL Indonesia. silahkan untuk mencari informasi dan mendaftar sebagai pekerja di sana. terima kasih

    Komentar oleh gurulas | Juni 10, 2013

  169. Maaf,… informasi tentang apa ya Pak?

    Komentar oleh gurulas | Juni 11, 2013

  170. las SMAW untuk aluminium gmana caranya pak..??? di bengkel tempat saya bekerja ada elektroda aluminium tp tidak bisa dipakai untuk mengelas..mohon penjelasan…trimakasih

    Komentar oleh yuwono | Juni 13, 2013

  171. saya baru beli travo las inverter lakoni 900w 120e untuk pemakaian pribadi, gimana dengan polaritasnya? apakah kabel massa ke + atau kabel elektroda ke + atau semuanya bias saja?

    Komentar oleh khalil | Juni 16, 2013

  172. kabel elektroda di + untuk penembusan dangkal, kabel elektroda di – untuk penembusan dalam, ada juga elektroda yang merekomendasikan untuk pemakaian polaritas tertentu. jadi silahkan baca pada rekomendasi elektroda yang tertera dalam bungkus / box elektroda, misalnya penggunaan elektroda aws e 6010 menggunakan polaritas +.

    Komentar oleh gurulas | Juni 17, 2013

  173. menggunakan trafo arus AC.

    Komentar oleh gurulas | Juni 17, 2013

  174. Terima kasih artikelnya pak… Ini sangat membantu saya dalam menambah wawasan dalam hal las.

    Komentar oleh Cendra Wahyudi | Juni 19, 2013

  175. dear pak Baud W.
    mohon pencerahannya bg pemula spt sy in. Bgmana cr u/ menghindari undercut (takik) pd saat capping (elektroda yg digunakan E7016 3,2mm)?
    benda kerja: plat mild steel 10mm posisi 3G.

    Jk ad info lowongan kerja u/ welder posisi 3G/4G mohon dpt dishare ke iwan_irawan.wng58@yahoo.com Matur Nuwun.

    Komentar oleh irwan | September 7, 2013

  176. pertama lihatlah rekomendasi polaritas dan besar kecilnya arus pengelasan yang disaratkan dari penggunaan elektroda tersebut (terdapat di dalam bungkus elektroda). settinglah sesuatunya sesuai POS yang ada.
    takik / undercut penyebabnya 1) arus terlalu besar, 2) jarak elektroda dengan benda kerja terlalu jauh, 3) gerakan terlalu cepat. untuk mengurangi atau meniadakan takik maka dari ke tiga penyebab tersebut dapat dirubah secara bersama-sama atau sendiri-sendiri. misalnya arusnya dikecilkan dulu dengan jarak dan gerakan tetap seperti semula, atau kedua/ketiganya di rubah secara bersama-sama.
    sementara itu dulu
    Mr. Iwan pingin bekerja di daerah mana?..

    Komentar oleh gurulas | September 11, 2013

  177. Assalam mualaikum
    Pak guru yang saya hormati, mau tanya nih apakah las tig bisa mengunakan co2, bahan yang akan saya las adalah besi hollow dengan ketebalan 1 mm , dan apakah ada option lain untuk informasi tambahar di rumah saya sudah memiliki mesin las inverter ac ,, jika bisa saya mau beli stang las tig , untuk jawabanya terima kasih
    Wassalam mualikum

    Komentar oleh Taufik | September 26, 2013

  178. kalau las tig gas pelindung (inert) nya adalah Ar. jika dengan CO2 akan muncul spetter dan hasil pengelasannya akan porosity (berlubang-lubang). dalam pengelasan tig harus dihindarkan adanya gas O. mesin las inverter AC dapat dimodifikasi menjadi las TIG. karena outputnya AC maka mesin ini hanya dapat digunakan untuk mengelas Alumunium atau panduannya. terima kasih.

    Komentar oleh gurulas | September 26, 2013

  179. permisi….
    saya mau tanya pak,
    pengelasan pipa ,sch 80,posisi 5G dan 6G.bentuk sambungan V.untuk proses filler nya bagaimana,maksud saya bentuk susunan kampuh las nya…2 lapis bertingkat atau cukup 1 lapis bertingkat.
    mohon di bantu.trima kasih.

    Komentar oleh indra | September 28, 2013

  180. dapat dilakukan satu layer atau 2 pass hingga mencapai rata dengan ketinggian 1-2mm di bawah permukaan benda sebelum di capping.

    Komentar oleh gurulas | Oktober 1, 2013

  181. pak guru, mau tanya lagi nih… misalnya ingin mengelas ulang karena terjadi kerusakan pada las, prosedurnya bagaimana?
    terima kasih sebelumnya

    Komentar oleh candra | Oktober 2, 2013

  182. daerah kerusakan harus dibersuhkan dengan digerinda atau digouging sehingga cacat tersebut hilang (kembali pada keadaan seperti sebelum dilakukan pengelasan) kampuh, root face, root gap nya. kemudian dilakukan pengelasan kembali sesuai dengan prosedur yang benar.

    Komentar oleh gurulas | Oktober 2, 2013

  183. Selamat siang, sukses buat bapak.
    Terima kasih informasi ini sangat bermanfaat, menimbang saya tamatan sipil juga menjadi lebih memahami tentang teknik pengelasan, sebab dalam dunia kerja, kami banyak dihadapkan pada permasalahan pekerjaan pengelasan konstruksi bangunan.terima kasih sekali lagi.salam sukses luar biasa

    Komentar oleh Dhammiko | Februari 22, 2014

  184. Ass.. Pak guru,saya mau tanya.bagus mana antara trafo las inverter buatan jepang atau buatan eropa.dan tentang daya tahan dan keawetan nya.
    Terimah kasih.. Wassalam”

    Komentar oleh Daniel | Maret 20, 2014

  185. Ass Pak guru.. Saya minta masukanya.rencana nya saya mau membeli trafo las TIG 160 inverter merk ESAB. Keperluan untuk usaha bengkel las.bagaimana menurut pendapat bapak sudah sesuai apa tidak…???
    Terimah kasih.. Wassalam”

    Komentar oleh Daniel | Maret 20, 2014

  186. pada intinya sudah bisa untuk usaha. namun demikian perlu diperhatikan bahwa kapasitas mesin tersebut hanya sampai 160A. agar mesin las menjadi awet, penggunaanya sebaiknya hanya pada kisaran 100A. dan tidak terus menerus, artinya digunakan untuk mengelas beberapa menit kemudian dimatikan. lagi. dalam hal ini perhatikan duty cyclenya misal tertulis arus 100A duty cycle 30% artinya bahwa pada penggunaan arus 100A mesin las diijinkan untuk digunakan selama 1,5 menit. sedang 3,5 menit harus dimatikan.

    Komentar oleh gurulas | Maret 22, 2014

  187. untuk daya tahan dan keawetennya tergantung dari bagaimana penggunaannya. perlu diperhatikan duty cycle mesin pada penggunaan masing-masing besaran arus pengelasan. misal penggunaan arus 100A duty cycle 50%, maka pada penggunaan arus 100% tersebut mesin diijinkan beroperasi 2,5 menit sedang 2,5 berikutnya harus dimatikan. mesin inverter harus sering2 dibersihkan dari debu agar komponen elektronik di dalamnya tidak mudah rusak.

    Komentar oleh gurulas | Maret 22, 2014

  188. trimakasih bos….

    Komentar oleh ombink | Mei 16, 2014


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: